Sailong, ( Kemenag Bone) — Majelis Taklim Desa Sailong melaksanakan kegiatan Penyuluhan Tahsin Tartil Berantai, Rabu (9/9/2026), bertempat di Masjid Jamiul Ulum Sailong. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penyuluhan Majelis Taklim Membumikan Al-Qur’an” dan diikuti oleh anggota Majelis Taklim Desa Sailong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan serta literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu majelis taklim.
Kegiatan tahsin tartil berantai dilaksanakan dengan metode praktik membaca Al-Qur’an secara langsung. Setiap peserta yang hadir mendapatkan giliran membaca dan memperoleh bimbingan secara langsung dari Muhammad Ashar, selaku Penyuluh Agama Islam. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga dapat mengetahui dan memperbaiki secara langsung kesalahan dalam membaca Al-Qur’an, baik dari aspek makhraj, panjang-pendek bacaan, maupun ketepatan tartil.
Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama mempraktikkan pembacaan Surah Al-Waqi’ah. Selain membimbing bacaan, Muhammad Ashar juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya membiasakan diri membaca Al-Qur’an serta menjelaskan berbagai keutamaan yang sering dikaitkan dengan membaca Surah Al-Waqi’ah secara rutin. Peserta diajak untuk menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan dalam kegiatan majelis, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan dan kehidupan sehari-hari.
Muhammad Ashar juga memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta sebagai persiapan untuk pertemuan berikutnya. Para anggota majelis taklim diarahkan untuk mempersiapkan bacaan Surah Ar-Rahman, sehingga proses pembelajaran tahsin dapat terus berlanjut dan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta dapat meningkat secara bertahap.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh penyuluh agama lainnya, Yusmi, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan majelis taklim. Majelis Taklim Desa Sailong sendiri merupakan salah satu majelis taklim binaan Ibu Surianti, yang secara aktif menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan masyarakat.
Pelaksanaan tahsin tartil secara berantai diharapkan dapat menjadi metode pembelajaran yang lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peserta. Dengan memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk membaca dan mendapatkan koreksi secara langsung, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, ketepatan, dan kelancaran peserta dalam membaca Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, Majelis Taklim Desa Sailong terus berupaya membumikan Al-Qur’an dengan menghadirkan pembelajaran yang praktis, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Semangat membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an diharapkan semakin tumbuh sehingga majelis taklim dapat menjadi ruang pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat bagi peserta, keluarga, dan lingkungan sekitar. (Ashar/Ahdi)