Watampone, (Kemenag Bone) – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bone resmi dimulai. Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula MTsN 1 Bone, Jl. Sukawati, Watampone, Senin (7/9/2026).
OMI Kabupaten Bone dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Wahyuddin Hakim. Hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone H. Ahmad Yani, Kepala Seksi Penmad Rahman, Kepala Seksi Bimas Islam, para Kepala Madrasah Negeri, serta Kepala Madrasah Swasta dari seluruh tingkatan yang mengikutsertakan siswanya dalam ajang kompetisi tersebut.
Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Bone berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026. Ajang ini diikuti oleh 241 lembaga madrasah, terdiri atas 55 Madrasah Aliyah (MA), 94 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 92 Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Dari seluruh peserta yang mendaftar, tercatat sebanyak 1.381 peserta, dan seluruhnya dinyatakan lolos verifikasi. Peserta tersebut terdiri atas 464 peserta tingkat MA, 531 peserta tingkat MTs, dan 386 peserta tingkat MI.
Pada tingkat MI, kompetisi meliputi bidang Matematika dengan 191 peserta dan IPAS dengan 195 peserta. Tingkat MTs mempertandingkan tiga bidang, yakni Matematika sebanyak 175 peserta, IPA 179 peserta, dan IPS 177 peserta. Sementara tingkat MA meliputi Matematika dengan 97 peserta, Biologi 92 peserta, Fisika 59 peserta, Kimia 64 peserta, Ekonomi 81 peserta, dan Geografi 71 peserta.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani menekankan bahwa OMI bukan semata-mata tentang meraih juara, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan karakter pantang menyerah, perjuangan dan kesabaran kepada peserta didik.
“Di dalam kompetisi ada semangat jiwa yang pantang menyerah dan itu harus ditanamkan kepada anak-anak kita. Di dalam kompetisi ada perjuangan dan ada kesabaran. Ketika anak kita tidak mendapat prestasi, di situlah kehadiran kita memberikan semangat kepada mereka bahwa pemenang bukan hanya yang memenangkan piala, tetapi pemenang sejati adalah pemenang yang ikhlas menerima kekalahan,” ujar H. Ahmad Yani.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kompetisi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental dan karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala Bidang Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel H. Wahyuddin Hakim menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi madrasah di Kabupaten Bone dalam OMI 2026. Ia menyebutkan bahwa dari 12.850 peserta OMI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang mendaftar, sebanyak 12.823 peserta dinyatakan lolos verifikasi.
“Peserta terbanyak ada di Bone, jumlahnya 1.381. Semakin banyak peserta, tentu kompetisinya semakin kuat. Karena jumlahnya banyak, ini menjadi kompetisi tingkat kabupaten yang terberat,” ungkapnya.
H. Wahyuddin Hakim berharap dari pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Bone akan lahir peserta-peserta terbaik yang mampu mewakili Kabupaten Bone pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan hingga tingkat nasional.
“Mudah-mudahan ada dari Bone yang mewakili Sulsel. Bone harus ada yang ke provinsi dan kemudian ke tingkat nasional. Setelah tanggal 12 nanti, sudah kita tahu siapa juaranya yang akan mewakili Bone,” harapnya.
OMI Tahun 2026 menjadi salah satu wadah bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan potensi, kemampuan akademik, daya saing, sekaligus membangun karakter melalui pengalaman berkompetisi secara sehat dan sportif. (Ahdi)