Semarang, (Kemenag Bone) – Setelah sebelumnya melakukan studi tiru Pendidikan Inklusi di MI Ar Roihan Lawang, Malang, rombongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone kembali melanjutkan kunjungan ke satuan pendidikan di Jawa Tengah. Kali ini, rombongan melakukan studi tiru di MTsN Semarang untuk melihat secara langsung pengelolaan, inovasi, serta berbagai program unggulan yang dikembangkan madrasah, Sabtu (12/9/2026).
Studi tiru tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, dan diikuti Ketua DWP Kemenag Bone, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren), Ketua Pokjawas Madrasah bersama anggota pengawas, serta beberapa Kepala Madrasah Negeri dan Swasta di Kabupaten Bone.
Kedatangan rombongan disambut istimewa dengan Tari Gambyong, tarian tradisional Jawa yang lazim digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Penyambutan tersebut memiliki makna yang serupa dengan Tari Padduppa di Sulawesi Selatan, yakni sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang kepada para tamu.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, H. Ta’yinul Bagus Nugroho, bersama Kepala Seksi Penmad Kemenag Semarang dan Kepala MTsN Semarang. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan bincang dan diskusi mengenai pengelolaan madrasah, pengembangan program unggulan, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan MTsN Semarang.
MTsN Semarang telah berdiri sejak 1981. Dalam perjalanan panjangnya, madrasah tersebut mengalami dinamika dan pasang surut. Namun, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjadikan MTsN Semarang sebagai madrasah yang dicintai masyarakat dengan memberikan layanan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan peserta didik dan harapan masyarakat.
Sebagai satu-satunya MTs negeri di Kota Semarang, madrasah ini terus berinovasi meskipun menghadapi keterbatasan tempat dan sarana. Berbagai program dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendapatkan kepercayaan dan apresiasi masyarakat. Bahkan, Kemenag Semarang tengah mempersiapkan pembukaan MTsN di wilayah Ambarawa untuk memperluas akses pendidikan madrasah negeri.
Di bidang akademik, MTsN Semarang memiliki program khusus sains. Sementara di bidang olahraga, salah satu program unggulannya adalah panahan yang telah membawa peserta didik berprestasi hingga tingkat internasional. Madrasah juga memiliki lima hingga tujuh kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung setiap hari sebagai wadah pengembangan minat dan bakat peserta didik.
Inovasi juga dikembangkan dalam bidang teknologi dan komunikasi melalui podcast madrasah. Sementara di bidang lingkungan, MTsN Semarang berhasil meraih Juara Nasional Adiwiyata Tahun 2025. Berbagai program kepedulian lingkungan dilaksanakan dengan melibatkan peserta didik secara langsung.
Salah satunya melalui pemeliharaan maggot untuk mengolah limbah, termasuk memanfaatkan limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Madrasah juga memiliki bank sampah plastik yang dikelola dan dioperasikan oleh siswa sebagai bagian dari pendidikan kepedulian terhadap lingkungan.
Tidak hanya itu, MTsN Semarang mengembangkan pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif. Minyak jelantah dimanfaatkan untuk menghasilkan energi, sementara limbah plastik juga menjadi bahan riset untuk pengembangan biosolar. Berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan dengan kepedulian lingkungan dan pemanfaatan teknologi.
Atas berbagai program dan inovasi yang dikembangkan, MTsN Semarang juga mendapatkan penghargaan sebagai sekolah aman jajan. Beragam capaian tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik sekaligus membangun lingkungan belajar yang sehat, aman, kreatif, dan berwawasan lingkungan.
Kepala Kantor Kemenag Bone, H. Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan penerimaan yang diberikan jajaran Kemenag Semarang dan MTsN Semarang. Menurutnya, berbagai praktik baik yang dilihat secara langsung dalam studi tiru tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi para pengawas dan kepala madrasah di Kabupaten Bone.
Melalui studi tiru ini, H. Ahmad Yani berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan MTsN Semarang dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan dan dikembangkan di madrasah-madrasah Kabupaten Bone sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing. (Ahdi)