Memuat halaman...

Kakanwil Kemenag Sulsel Buka Bimtek KBC dan Pendidikan Inklusi Zona 2 Bone Selatan

23 September 2026 09:48   40 dilihat

Bagikan:
Kakanwil Kemenag Sulsel Buka Bimtek KBC dan Pendidikan Inklusi Zona 2 Bone Selatan

Awangtangka, (Kemenag Bone) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendidikan Inklusi yang dilaksanakan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PGMI Raya Kabupaten Bone Selatan 2, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di MAN 4 Bone, Kecamatan Kajuara, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Bone, Rahman, dua Pengawas Madrasah sekaligus narasumber, Akmal dan Saifuddin, Kepala MAN 4 Bone A. Muhammad Irfan, serta Sekretaris DPD PGMI Raya Kabupaten Bone, Surahman.

Dalam laporannya, Ketua Panitia A. Muhammad Irfan yang juga Kepala MAN 4 Bone menyampaikan bahwa Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendidikan Inklusi diikuti oleh peserta guru madrasah tingkat MI, MTs dan MA dari Kecamatan Mare, Tonra, Salomekko dan Kajuara. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya pengembangan madrasah di wilayah Zona 2 Bone Selatan.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Cinta, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendidikan inklusi di madrasah. Menurutnya, KBC dan pendidikan inklusi memiliki keterkaitan dalam membangun lingkungan pendidikan yang penuh kasih sayang, menghargai perbedaan, serta memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk memperoleh pendidikan dan berkembang sesuai potensinya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Bone, H. Ahmad Yani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan pentingnya membangun hubungan yang dilandasi rasa cinta, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah Swt.

“KBC mengajarkan kita untuk saling mencintai sesama. Sesuatu yang sulit, kalau didasari dengan cinta, semua akan terasa enak dan indah,” ujar H. Ahmad Yani.

Pada kesempatan tersebut, H. Ahmad Yani juga menyampaikan gambaran sumber daya manusia di jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bone. Ia menyebutkan, jumlah pegawai PNS sebanyak 836 orang, PPPK sebanyak 920 orang, serta tenaga non-PNS sebanyak 2.528 orang. Menurutnya, sebagian besar tenaga tersebut merupakan tenaga pendidik yang berada di lingkungan madrasah, khususnya madrasah swasta.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KBC dan Pendidikan Inklusi terus didorong secara masif karena berkaitan dengan kecintaan kepada Allah Swt. dan sesama makhluk. Program tersebut juga menjadi bagian dari Asta Protas Menteri Agama.

“KBC dan Pendidikan Inklusi sangat masif dilaksanakan karena ini menyangkut kecintaan terhadap Allah dan makhluk-Nya. Ini masuk dalam Asta Protas Menteri Agama,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Ahmad Yani menegaskan bahwa dalam kegiatan tersebut para narasumber akan memberikan penjelasan mengenai aspek teknis KBC dan Pendidikan Inklusi, sementara dirinya lebih menekankan pada aspek kebijakan, termasuk perhatian terhadap guru-guru yang mengabdi di madrasah swasta.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah, termasuk dengan menyampaikan data guru madrasah swasta kepada Kementerian PANRB sebagai bagian dari upaya mendapatkan status kepegawaian.

“Kementerian Agama sudah menyampaikan data-data guru swasta kepada KemenPAN-RB agar mendapatkan status pegawai,” ungkapnya.

Menurut H. Ahmad Yani, perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah juga terus dilakukan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sementara untuk pengangkatan menjadi ASN, ia menjelaskan bahwa prosesnya tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku.

“Untuk teknis pengangkatan ASN, tidak langsung sekaligus, tetapi bertahap. Mungkin yang sudah PPG terlebih dahulu atau yang tertua karena sudah mau pensiun,” jelasnya.

Di hadapan para guru peserta bimtek, H. Ahmad Yani juga memberikan motivasi agar para pendidik tetap menjalankan tugas dengan penuh ketulusan dan kecintaan terhadap profesi.

“Saya yakin dengan teman-teman bahwa kita bertahan itu karena cinta, karena ketulusan,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh guru untuk tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam mendidik generasi bangsa. Sementara terkait peningkatan kesejahteraan guru, ia menegaskan bahwa hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama.

“Kerjakan saja tugas Ibu Bapak guru. Terkait kesejahteraan guru, itu tugas saya bersama Kepala Kantor Kemenag Bone,” pungkasnya. (Ahdi)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Tulis Tanggapan

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

SITABE
Memeriksa status...

Halo! Saya SITABE (Sistem Informasi & Tanya Kemenag Bone). Silakan kenalkan diri Anda dulu, supaya kalau Anda kembali lagi nanti, riwayat percakapan kita bisa langsung muncul kembali.

Nomor identitas hanya dipakai untuk menyambungkan riwayat chat Anda, tidak ditampilkan ke publik.

SITABE sedang tidak aktif. Jam layanan: Senin - Jumat, 08:00 - 16:00 WITA. Anda tetap bisa meninggalkan pesan dan akan kami balas pada jam kerja.
Terjadi kendala teknis, silakan coba beberapa saat lagi atau hubungi kami lewat menu Interaksi > Masukan & Saran.