Gowa, (Kemenag Bone) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, menghadiri pembukaan Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan H. M. Yasin Limpo, Cadika, Kabupaten Gowa, Rabu (2/9/2026).
Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 berlangsung pada 2–5 September 2026 dan diikuti peserta dari berbagai madrasah se-Sulawesi Selatan. Kontingen Kabupaten Bone turut ambil bagian dengan mengirimkan 102 peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan tingkat provinsi tersebut.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan diikuti ribuan peserta dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Termasuk Bone mengikutkan peserta dari tingkat Penggalang dan Penegak sebanyak 102 siswa. Staf Khusus Menteri Agama, Farid Senon, bertindak sebagai pembina upacara.
Pembukaan KPMP Sulsel 2026 ditandai dengan pemukulan beduk secara bersama-sama oleh Staf Khusus Menteri Agama Farid Senon, pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Asisten I Gubernur Sulawesi Selatan, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid. Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Kemah Pramuka Madrasah dapat terlaksana.
Menurutnya, kegiatan Pramuka tidak sekadar berkumpul di alam terbuka, mendirikan tenda, mengikuti perlombaan, maupun melaksanakan berbagai aktivitas kepramukaan. Lebih dari itu, KPMP merupakan bagian dari pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang kuat, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta rasa kebangsaan yang tinggi. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, peserta dibekali keterampilan hidup, kepemimpinan, penguatan nilai moral dan spiritual, serta pemahaman ekoteologi yang berlandaskan Pancasila.
“Kita berharap KPMP mampu menjadi sarana mencetak generasi yang unggul di era globalisasi, memiliki karakter yang kuat dalam menjalankan agamanya, mencintai lingkungan dan bangsanya,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Kemah Pramuka Madrasah menjadi salah satu wadah dalam membentuk generasi yang berkarakter, unggul, kokoh, beretika dan memiliki kekuatan spiritual.
Menurutnya, kegiatan Pramuka juga menjadi ruang untuk mengasah keterampilan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia turut mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang menjadi salah satu tanda bahwa alam membutuhkan perhatian lebih.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan KPMP sebagai momentum memperkuat gerakan ekoteologi, salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Staf Khusus Menteri Agama Farid Senon dalam pidatonya menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan, khususnya antara Kementerian Agama dengan Kementerian Lingkungan Hidup melalui penguatan ekoteologi.
Ia menyebut Kementerian Agama terus menghadirkan berbagai program yang memiliki nilai dan dampak positif bagi masyarakat, termasuk Kemah Pramuka Madrasah yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kehadiran Kakan Kemenag Bone H. Ahmad Yani dalam pembukaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keikutsertaan kontingen Bone. Sebelumnya, saat pelepasan kontingen, Ahmad Yani juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, sportivitas serta nama baik madrasah dan Kabupaten Bone.
Melalui KPMP Sulsel 2026, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman berharga, memperluas persaudaraan antarpelajar madrasah, meningkatkan keterampilan kepramukaan, sekaligus menumbuhkan karakter generasi muda yang religius, mandiri, cinta lingkungan dan memiliki semangat kebangsaan. (Ahdi)