Memuat halaman...

Bentuk Satgas, Kemenag Bone Bekali 33 Peserta ke OMI Provinsi

16 September 2026 02:24   22 dilihat

Bagikan:
Bentuk Satgas, Kemenag Bone Bekali 33 Peserta ke OMI Provinsi

Watampone, (Kemenag Bone) – Sebanyak 33 siswa terbaik Kabupaten Bone yang berhasil lolos untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 mengikuti pertemuan pembekalan bersama guru atau pendamping di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Rabu (16/9/2026).

Pertemuan yang digelar Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Bone tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani dan Kepala Seksi Penmad Rahman. Agenda utama kegiatan yakni pembentukan Tim Satuan Tugas Pembinaan Peserta OMI Kabupaten Bone sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi yang akan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026.

Kepala Seksi Penmad Kemenag Bone, Rahman, dalam laporannya menyampaikan bahwa 33 siswa tersebut merupakan peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi OMI tingkat Kabupaten Bone.

“Orang-orang hebat yang mewakili Kabupaten Bone ini akhirnya kami hadirkan untuk mengikuti pembekalan. 33 siswa pada hari ini, itulah yang terbaik dari yang terbaik untuk ke tingkat provinsi pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2026,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membangun persiapan yang matang dan terarah sebelum para siswa berlaga di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami sangat berharap persiapan untuk tingkat provinsi, kita satu komando, kesepahaman bagaimana langkah kita ke provinsi,” lanjutnya.

Berdasarkan data Seksi Penmad Kemenag Bone, sebanyak 12.823 peserta sebelumnya mengikuti tahapan OMI tingkat Kabupaten Bone. Setelah melalui proses verifikasi dan kompetisi, sebanyak 33 siswa dinyatakan berhak mewakili Kabupaten Bone pada tingkat provinsi.

Dari jumlah tersebut, peserta jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 6 siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 9 siswa, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 18 siswa.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani juga berinteraksi langsung dengan para peserta. Ia menyebut satu per satu nama siswa untuk melihat dan mengenal langsung para duta Kabupaten Bone yang akan bertanding di tingkat provinsi.

Dalam kesempatan itu, terungkap bahwa hampir separuh dari peserta yang hadir telah memiliki pengalaman mengikuti OMI pada kesempatan sebelumnya.

Menurut H. Ahmad Yani, pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi para siswa dalam menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Ia juga mengingatkan bahwa para peserta akan menghadapi siswa-siswa yang sebelumnya telah melalui persaingan ketat di daerah masing-masing.

“Insya Allah kita akan berhadapan dengan pemenang dari kabupaten lain,” tandasnya.

Ia mengatakan, pertemuan tersebut bukan sekadar pembekalan, tetapi menjadi momentum untuk menyusun strategi dan pola pembinaan yang lebih terarah hingga pelaksanaan OMI tingkat provinsi.

“Hari ini yang perlu kita bicarakan bagaimana persiapan ke depannya. Semua punya peluang menjadi juara, tidak hanya dari negeri tapi swasta juga. Untuk menjadi pemenang tidak perlu ada label lagi dari negeri ataupun dari Athira, tapi semua berpeluang,” jelasnya.

H. Ahmad Yani menegaskan bahwa pembinaan peserta OMI tidak boleh berhenti pada target tingkat provinsi. Menurutnya, seluruh pihak perlu memiliki komitmen yang sama untuk membawa nama Kabupaten Bone hingga ke tingkat nasional.

“Target kita bukan target provinsi. Kita punya komitmen bersama yaitu target nasional,” tegasnya.

Untuk memastikan persiapan berjalan secara berkelanjutan, Kemenag Bone akan membentuk tim yang bertugas memantau perkembangan dan progres peserta OMI Bone. Tim tersebut diharapkan dapat memastikan proses pembinaan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

“Kita akan bentuk tim untuk memantau bagaimana progres perkembangan peserta OMI Bone,” ujarnya.

Ia juga membuka ruang bagi para guru dan pendamping dari madrasah untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam mempersiapkan peserta. Termasuk, menurutnya, madrasah dapat mempelajari pola pembinaan yang diterapkan oleh madrasah lain yang memiliki pengalaman dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi.

“Teman-teman guru dari madrasah tidak apa-apa belajar di Athira bagaimana persiapannya kepada siswa untuk mengikuti olimpiade,” katanya.

Kepada para siswa, H. Ahmad Yani berpesan agar selama masa persiapan mereka dapat memberikan fokus lebih terhadap mata pelajaran yang akan dilombakan.

“Untuk anak-anak yang akan mengikuti OMI, dikurangi dulu mata pelajaran yang lain, difokuskan dulu ke OMI. Kita kasih ruang pada anak-anak untuk menguasai mapel yang diikuti pada OMI,” pesannya.

Ia juga membangkitkan semangat para siswa agar tidak merasa minder menghadapi peserta dari daerah lain. Menurutnya, peluang untuk meraih prestasi terbuka bagi seluruh peserta yang telah terpilih mewakili Kabupaten Bone.

“Buktikan bahwa kita pernah juara. Ini bukan hal yang mustahil. Apalagi semua berwajah-wajah juara,” pungkasnya. (Ahdi)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Tulis Tanggapan

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

SITABE
Memeriksa status...

Halo! Saya SITABE (Sistem Informasi & Tanya Kemenag Bone). Silakan kenalkan diri Anda dulu, supaya kalau Anda kembali lagi nanti, riwayat percakapan kita bisa langsung muncul kembali.

Nomor identitas hanya dipakai untuk menyambungkan riwayat chat Anda, tidak ditampilkan ke publik.

SITABE sedang tidak aktif. Jam layanan: Senin - Jumat, 08:00 - 16:00 WITA. Anda tetap bisa meninggalkan pesan dan akan kami balas pada jam kerja.
Terjadi kendala teknis, silakan coba beberapa saat lagi atau hubungi kami lewat menu Interaksi > Masukan & Saran.