Memuat halaman...

PGMI Empat Kecamatan di Bone Gelar Bimtek KBC dan Pendidikan Inklusi

23 September 2026 05:02   182 dilihat

Bagikan:
PGMI Empat Kecamatan di Bone Gelar Bimtek KBC dan Pendidikan Inklusi

Pitumpidange, (Kemenag Bone) – Pengurus Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Wilayah Kecamatan Libureng, Kahu, Patimpeng, dan Bonto Cani menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendidikan Inklusi, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di MTsN 4 Bone, Kecamatan Libureng, tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone H. Ahmad Yani, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Rahman. Turut hadir Ketua Pokjawas Madrasah Andi Nurbudiman beserta para pengawas madrasah tingkat MTs.

Ketua Panitia Andi Ridwan yang juga Kepala MTsN 4 Bone dalam laporannya menyampaikan bahwa Bimtek diikuti oleh guru madrasah dari seluruh jenjang pendidikan yang berada di empat kecamatan, yakni Libureng, Kahu, Patimpeng, dan Bonto Cani.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 24 September 2026," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi. Narasumber yang dihadirkan antara lain Ketua PGMI Kabupaten Bone sekaligus Ketua Pokjawas Madrasah, Andi Nurbudiman, serta Widyaiswara BDK Makassar, Istiati Hatma Mallewai, yang membawakan materi Kurikulum Berbasis Cinta.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone H. Ahmad Yani dalam sambutannya mengajak para guru untuk memaknai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta secara lebih mendalam, termasuk dengan belajar dari alam.

Ia mengajak peserta merenungkan kehidupan burung walet yang menurutnya dapat menjadi gambaran tentang pentingnya rasa nyaman dan cinta. Bahwa burung walet yang tidak mau singgah di rumah kalau tidak ada cinta di dalamnya.

H. Ahmad Yani juga mengungkapkan bahwa Kemenag Bone terus mendorong penguatan Pendidikan Inklusi melalui berbagai upaya, termasuk studi tiru yang telah dilakukan di MI Ar-Roihan Lawang, Kota Malang, serta kunjungan ke madrasah inovatif di MTsN Semarang.

Menurutnya, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi menjadi salah satu tema penting dalam pengembangan pendidikan madrasah di Kabupaten Bone.

"Tidak ada yang menggerakkan Bapak Ibu kalau bukan karena cinta. Cinta kepada ibu-ibu, cinta kepada anak-anak dan cinta terhadap profesi sebagai guru," katanya.

Ia menjelaskan bahwa gagasan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Menteri Agama lahir dari persoalan nyata yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk intoleransi, kekerasan dalam dunia pendidikan, dan perundungan atau bullying terhadap anak.

"Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi menjadi tema sentral di Kementerian Agama Kabupaten Bone. Program ini digagas oleh Menteri Agama, tidak terlahir dari ruang hampa, tetapi lahir dari ilmu sosial di tengah masyarakat, dengan adanya kasus intoleransi, dunia pendidikan dengan kekerasan terhadap anak, bullying. Maka lahirlah gagasan ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama dan perlu diterapkan dalam lingkungan pendidikan madrasah.

"Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi sangat baik, berkaitan dengan Asta Protas Menteri Agama dan wajib diterapkan," ujarnya.

H. Ali Yafid mengatakan, melalui Bimtek tersebut para guru mendapatkan pembekalan untuk memahami sekaligus mengimplementasikan program Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi di madrasah.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para guru, khususnya yang masih berstatus non-ASN, agar tetap menjalankan tugas dengan baik dan penuh keikhlasan.

"Kalau Anda sudah tulus cinta kepada Allah, maka yang lain ikut. Cinta kepada lingkungan, cinta kepada sesama, dan cinta kepada pendidikan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Ali Yafid juga menyinggung kondisi tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama, khususnya terkait status kepegawaian. Ia menyampaikan bahwa pihak Kanwil terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Agama pusat terkait kondisi tenaga pendidik, khususnya mereka yang masih mengabdi di madrasah swasta.

"Kita tidak pernah berhenti mengomunikasikan keadaan ibu-ibu dengan Kepala Biro SDM. Kita bersyukur kalau sudah PPG karena ini menjadi kebijakan. Laksanakan saja tugas dengan baik. Untuk peralihan statusnya, biarkan kami yang pikirkan dan urus," katanya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh sembari memperbanyak doa.

"Kita bekerja dan berdoa," pesannya.

KBC dan Ekoteologi untuk Madrasah yang Berkualitas

H. Ali Yafid juga mengaitkan semangat Kurikulum Berbasis Cinta dengan nilai-nilai ekoteologi. Menurutnya, kecintaan kepada Allah hendaknya tercermin pula dalam sikap manusia terhadap seluruh ciptaan-Nya, termasuk lingkungan.

"Bagaimana nilai ketuhanan kita makin mantap. Melihat pohon sebagai ciptaan Allah. Pohon juga makhluk. Bagaimana alam sekitar kita dihargai dan dicintai," jelasnya.

Ia berharap penerapan nilai-nilai tersebut dapat membentuk lingkungan madrasah yang tidak hanya baik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas pendidikan yang semakin baik.

"Kalau ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cintanya bagus, maka madrasah akan bagus, baik dari visual maupun kualitasnya," pungkasnya.  (Ahdi)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Tulis Tanggapan

Komentar akan tampil setelah disetujui admin.

SITABE
Memeriksa status...

Halo! Saya SITABE (Sistem Informasi & Tanya Kemenag Bone). Silakan kenalkan diri Anda dulu, supaya kalau Anda kembali lagi nanti, riwayat percakapan kita bisa langsung muncul kembali.

Nomor identitas hanya dipakai untuk menyambungkan riwayat chat Anda, tidak ditampilkan ke publik.

SITABE sedang tidak aktif. Jam layanan: Senin - Jumat, 08:00 - 16:00 WITA. Anda tetap bisa meninggalkan pesan dan akan kami balas pada jam kerja.
Terjadi kendala teknis, silakan coba beberapa saat lagi atau hubungi kami lewat menu Interaksi > Masukan & Saran.