Watampone, (Kemenag Bone) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Hal tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Service Excellence yang digelar Pokja Peningkatan Layanan Publik Pembangunan Zona Integritas Kemenag Bone di Aula Kantor Kemenag Bone, Senin (31/8/2026).
Bimtek menghadirkan dua narasumber dari BSI Regional Service Quality RO X Makassar, Ria Rezki Kencana dan Sarah Paramita. Peserta terdiri atas petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag Bone, utusan masing-masing ruangan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, serta madrasah. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani bersama para Pejabat Pengawas dan Pimpinan Cabang BSI Watampone Syamsu Fardan bersama sejumlah marketing.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kemenag Bone membangun budaya pelayanan yang mendukung pembangunan Zona Integritas.
Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa Service Excellence bukan sekadar menjalankan tugas pelayanan, tetapi bagaimana masyarakat merasa dihargai, dibantu, dan memperoleh kepastian dalam mendapatkan layanan.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN di seluruh satuan kerja, khususnya petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BSI Watampone Syamsu Fardan menyampaikan bahwa pelayanan prima tidak cukup hanya dengan senyum dan keramahan. Menurutnya, Service Excellence harus dibangun melalui tiga hal utama, yakni sikap, kompetensi, dan integritas.
“Pertama adalah sikap kita, yaitu memberikan ketulusan dalam melayani. Kedua, kita harus memiliki kompetensi, memahami pekerjaan kita dan memahami cara-cara melayani. Ketiga, membangun integritas,” ungkapnya.
Memasuki sesi utama, Ria Rezki Kencana dan Sarah Paramita mengupas berbagai aspek penting dalam Service Excellence. Keduanya berkolaborasi menyampaikan materi. Materi yang diberikan mencakup etika penyambutan, ekspresi wajah, bahasa tubuh, cara berkomunikasi, penggunaan kalimat yang tepat, keramahan, serta pentingnya membangun kesan positif sejak pertama kali masyarakat datang mendapatkan pelayanan.
Narasumber juga menekankan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari cepat atau lambatnya proses, tetapi juga dari bagaimana petugas berinteraksi dengan masyarakat. Cara menyambut, menyapa, mendengarkan kebutuhan, memahami persoalan, hingga memberikan solusi menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang baik.
Suasana bimtek semakin interaktif ketika peserta diberikan kesempatan mempraktikkan secara langsung proses pelayanan kepada masyarakat. Peserta melakukan simulasi bagaimana menyambut dan berkomunikasi dengan penerima layanan, sekaligus mendapatkan evaluasi dan masukan dari narasumber.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Bone berharap pemahaman tentang Service Excellence dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari, baik di PTSP, ruang kerja masing-masing, KUA maupun madrasah. Dengan demikian, pelayanan publik di lingkungan Kemenag Bone semakin profesional, ramah, responsif, dan memberikan kepastian serta kepuasan kepada masyarakat. (ahdi)