Watampone, (Kemenag Bone) – Lapangan Bulu Tangkis atau Gedung Serbaguna Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone dipadati ratusan hadirin dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (24/9/2026). Suasana semakin semarak dengan hiasan male dari pohon pisang yang menghiasi area kegiatan, disertai lantunan salawat yang menggema.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengusung tema “Mewujudkan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin”. Kegiatan tidak sekadar menjadi momentum untuk memeriahkan peringatan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi lebih dari itu menjadi ruang untuk mengambil hikmah dan meneladani akhlak serta perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian kegiatan diisi dengan lantunan salawat, pembacaan Barzanji, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta tausiah Maulid yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, Ketua DPRD Kabupaten Bone, perwakilan Kapolres Bone yakni Kabag Ren Polres Bone, Asisten I Setda Kabupaten Bone, Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani beserta jajaran Pejabat Pengawas, Pengawas Pendidikan, Kepala KUA, Kepala Madrasah, pimpinan pondok pesantren, Kasatpol PP, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, Kepala Kantor Kemenag Wajo, Ketua MUI Kabupaten Bone, para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel, para pimpinan perbankan, Ketua DWP Kemenag Bone, Ketua DWP Kemenag Wajo, serta Ketua DWP Kemenhaj Bone.
Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kantor Kemenag Bone.
“Ini sangat luar biasa. Kementerian Agama mampu memosisikan diri di akhir waktu, karena yang pertama itu di daerah atau di kecamatan dulu pelaksanaannya. Kemenag sangat sabar berada di akhir,” ungkapnya.
Bupati Bone kemudian mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
“Banyak kisah Nabi dan bagaimana pengalamannya untuk diamalkan. Beliau ahli dalam menghadapi berbagai persoalan. Kita mengikuti cara hidup Nabi, bagaimana menghadapi masalah,” katanya.
Ia berharap, dengan meneladani Rasulullah SAW, seluruh umat Islam dapat memperoleh keberkahan dan kelak mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid dalam tauziahnya mengajak seluruh hadirin untuk memahami kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia yang memiliki keteguhan, kemandirian dan akhlak yang luhur.
Menurutnya, manusia dalam menjalani kehidupan dipengaruhi oleh akal pikiran dan nafsu. Karena itu, agama hadir sebagai pedoman yang mengatur kehidupan manusia agar akal dan nafsu dapat ditempatkan secara proporsional.
“Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa. Beliau makan seperti kita, tidur seperti kita, tetapi Nabi Muhammad SAW memiliki kapasitas yang luar biasa,” tuturnya.
H. Ali Yafid juga mengajak jamaah mengambil pelajaran dari perjalanan hidup Rasulullah SAW yang sejak kecil telah menghadapi berbagai ujian. Ayah beliau, Abdullah, telah wafat sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Kemudian, pada usia enam tahun, beliau kehilangan ibunya, Aminah binti Wahab.
“Yang bisa kita petik dari Nabi yaitu manusia yang mandiri dan tegar. Sebelum lahir, ayahnya telah wafat. Lalu di usia enam tahun meninggal ibunya. Di saat kehilangan orang tua, bagaimana sabarnya dan tegarnya,” jelasnya.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang memiliki hati yang suci, keteguhan dalam beribadah, serta akhlak yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Kehadiran Rasulullah SAW membawa rahmat, memuliakan manusia dan mengangkat derajat kaum perempuan.
Lebih lanjut, Kakanwil mengaitkan keteladanan Rasulullah SAW dengan sejumlah program prioritas Kementerian Agama yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ekoteologi dan kecintaan terhadap kemanusiaan.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga dengan mengamalkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam hubungan dengan Allah, sesama manusia, sesama makhluk, dan lingkungan.
“Terakhir menyangkut akhlak kepada Allah. Kita harus menyembah kepada Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Akhlak kepada sesama manusia, kita saling menghargai dan saling memanusiakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan seluruh makhluk ciptaan Allah. Menurutnya, hewan dan tumbuh-tumbuhan juga merupakan bagian dari ciptaan Allah yang memiliki peran dalam kehidupan.
“Akhlak kepada lingkungan juga penting. Jika tidak ada pemeliharaan lingkungan, maka inilah yang terjadi: banjir, longsor bahkan kebakaran,” katanya.
H. Ali Yafid menegaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. (Ahdi)