Watampone, (Kemenag Bone) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone H. Ahmad Yani secara resmi melepas kontingen Kabupaten Bone yang akan mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulawesi Selatan Tahun 2026, Senin (31/8/2026) pagi. Pelepasan berlangsung di halaman Kantor Kemenag Bone, dirangkaikan dengan apel pagi pegawai.
Kontingen Bone akan mengikuti KPMP Sulsel yang dijadwalkan berlangsung 2–5 September 2026 di Bumi Perkemahan H. M. Yasin Limpo (Cadika), Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diikuti peserta dari madrasah se-Sulawesi Selatan.
Kontingen Kemenag Bone sebelumnya telah dipersiapkan melalui rapat pemantapan Seksi Pendidikan Madrasah. Peserta berasal dari sejumlah madrasah tingkat MTs sebagai golongan Penggalang dan MA/MAN sebagai golongan Penegak. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan yang terbagi dalam kategori prestasi kepramukaan, nonkepramukaan, dan keagamaan.
Untuk kategori kepramukaan, peserta akan berkompetisi dalam Pionering Kaki Tiga Pyramida, Yel-Yel Madrasah, K3 Tenda, dan Perkemahan. Sementara kategori nonkepramukaan dan keagamaan meliputi Seni Budaya Nusantara, Lomba Adzan, serta Voice of Arab atau bernyanyi menggunakan bahasa Arab.
Dalam arahannya saat melepas kontingen, H. Ahmad Yani berpesan kepada para kakak pendamping dan pembina Pramuka agar terus memberikan pendampingan kepada peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pendamping diminta tidak hanya mendampingi dalam perlombaan, tetapi juga memastikan berbagai kebutuhan peserta selama berada di lokasi perkemahan dapat terpenuhi.
“Kepada kakak pendamping, terus lakukan pendampingan kepada anak-anak kita, termasuk memperhatikan kebutuhan mereka selama mengikuti kegiatan,” pesannya.
Kepada para peserta, H. Ahmad Yani berpesan agar menjaga persatuan dan kekompakan selama berada di arena perkemahan. Menurutnya, kebersamaan menjadi bagian penting dari semangat kepramukaan yang harus ditunjukkan oleh seluruh anggota kontingen Bone.
Ia juga mengingatkan hal yang tidak kalah penting, yakni menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan.
“Untuk anak-anak, jaga persatuan dan kekompakan. Yang paling penting, jaga kesehatan,” ungkapnya.
H. Ahmad Yani juga meminta peserta tidak terbebani dengan target juara. Menurutnya, keikutsertaan dalam KPMP merupakan kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, membangun persaudaraan, dan menunjukkan kemampuan madrasah.
Ia menyebut berbagai lomba yang akan diikuti sebagai bagian dari proses pembelajaran, sementara prestasi yang diraih nantinya merupakan bonus dari keikutsertaan tersebut.
“Ada berbagai lomba yang akan diikuti. Juara itu bonus. Yang terpenting adalah kita mengikuti kegiatan ini dengan baik, menjaga kekompakan, dan mendapatkan pengalaman,” tuturnya.
Dengan dilepasnya kontingen tersebut, Kemenag Bone berharap seluruh peserta dapat mengikuti KPMP Sulsel dengan penuh semangat, disiplin, dan sportivitas. Selain membawa nama baik madrasah dan Kabupaten Bone, keikutsertaan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter, kemandirian, dan jiwa kebersamaan para peserta. (Ahdi)