Watampone, (Kemenag Bone) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, membuka kegiatan Rapat Kerja Bulanan Kelompok Kerja Madrasah (K2M) MTs Kabupaten Bone yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti para kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bone sebagai forum koordinasi dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan serta mutu pendidikan madrasah. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Rahman, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah, A. Nurbudiman, serta Ketua K2M MTs Kabupaten Bone, Mustafa.
Dalam arahannya, H. Ahmad Yani menekankan pentingnya para kepala madrasah untuk terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, perubahan zaman menuntut tenaga pendidik untuk tidak terpaku pada pola pembelajaran masa lalu, tetapi senantiasa memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
“Bapak-Ibu, jangan lagi terpaku pada cara mengajar 15 tahun yang lalu. Hari ini luar biasa, mari meng-upgrade diri. Hari ini ada namanya AI, kita manfaatkan teknologi demi peningkatan mutu pendidikan,” harapnya.
Selain penguasaan teknologi, Kakan Kemenag Bone juga mengajak seluruh kepala MTs untuk bersama-sama menyukseskan program Menteri Agama, yakni Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan ekoteologi. Ia menegaskan bahwa implementasi KBC bukan hanya menjadi tanggung jawab madrasah negeri, melainkan juga harus diterapkan di madrasah swasta.
Menurutnya, seluruh madrasah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghadirkan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama. Sementara itu, ekoteologi perlu diwujudkan melalui penguatan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Melalui rapat kerja bulanan ini, H. Ahmad Yani berharap K2M MTs Kabupaten Bone dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarmadrasah, mendorong peningkatan kompetensi guru dan kepala madrasah, serta memastikan program-program prioritas Kementerian Agama terlaksana secara optimal, baik di madrasah negeri maupun swasta. Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berkarakter, berwawasan lingkungan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. (Ahdi)